Friday, August 29, 2008

Seputar Akhlak Rasulullah S.A.W

BismiLlah...

Tengah baca satu forum tadi, ana terjumpa satu artikel dari seorang penulis.. mengisahkan tentang akhlak seorang Nabi yang dikasihi..Rasulullah Sallallahu 'alaihi wassalam... boleh lah baca sampai habis..

Setelah Nabi wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan umat Islam; antara percaya - tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badwi menemui Sayidina Umar ra dan dia meminta, "Ceritakan padaku akhlak Muhammad!". Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badwi tersebut menemui Sayidina Bilal ra. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.

Orang Badwi ini mulai hairan. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi?. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad?. Dengan berharap-harap cemas, Badwi itu menemui pula Sayidina Ali kwj. Ali dengan linangan air mata berkata, "Ceritakan padaku keindahan dunia ini!." Badwi ini menjawab, "Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini..." Ali menjawab, "Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad, sedangkan Allah telah berfirman:

“sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung!” (QS. Al-Qalam[68]: 4)

Badwi ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi yang sering disapa "Humairah" oleh Nabi ini hanya menjawab: “khuluquhu al-Qur'an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur'an).” Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi itu bagaikan Al-Qur'an berjalan. Badwi ini tidak puas hati, bagaimana mungkin dia segera menangkap akhlak Nabi kalau dia harus melihat ke seluruh kandungan Qur'an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca Surah Al-Mu'minun[23]: 1-11.


Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air matalah jawapannya, kerana mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi akhir zaman ini.

Kembali kepada Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi, Aisyah hanya menjawab, "Ah semua perilakunya indah." Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. "Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, 'Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.'" Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episod tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.

Nabi Muhammad SAW jugalah yang membuahkan kegelisahan dihati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, "Mengapa engkau tidur di sini?" Nabi Muhammmad menjawab, "Aku pulang sudah larut malam, aku khuatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu."

Mari berkata pada diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi mengingatkan, "berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya." Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.

Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika seorang sahabat tersebut terlambat datang ke Majlis Nabi SAW. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul SAW memanggilnya. Rasul memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul SAW pun melipat serbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima serban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi mencium serban Nabi. Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan serbannya untuk tempat alas duduk kita. Bahkan memperolehi lambaian tangan dari pemimpin yang kita segani sudah cukup membuatkan kita bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.

Nabi Muhammad juga terkenal suka memuji sahabatnya. Sekiranya kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul selalu memujinya. Abu Bakarlah yang menemani Rasul ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sakit. Tentang Umar, Rasul pernah berkata, "Syaitan sangat takut dengan Umar, bila Umar melewati suatu lorong, maka Syaitan akan melewati lorong yang lain." Dalam riwayat lain disebutkan, "Nabi bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta'wil) mimpimu itu? Rasul menjawab ilmu pengetahuan." Tentang Uthman, Rasul sangat menghargai Uthman, kerana itu Utsman menikahi dua putri nabi, hingga Utsman dijuluki dgn panggilan dzun Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. Antara hadith yg masyhur "Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya."

Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rakan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah...ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi.

Para sahabatpun pernah ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap Rasul SAW. Mereka ingin Rasul menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: "Angkat Al-Qa'qa bin Ma'bad sebagai pemimpin." Kata Umar, "Tidak, angkatlah Al-Aqra' bin Habis." Abu Bakar berkata kepada Umar, "Kamu hanya ingin membantah aku saja," Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud membantahmu." Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal-amal kamu dan kamu tidak menyedarinya” (al-hujurat 1-2)

Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, "Ya Rasulullah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahsia." Umar juga berbicara kepada Nabi dengan suara yang lembut. Bahkan dikhabarkan setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi takut akan terhapus amal mereka karena melanggar adab berhadapan dengan Nabi.

Dalam satu kesempatan lain, ketika di Makkah, Nabi didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi'ah. Ia berkata pada Nabi, "Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan ubat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami" Nabi mendengar dengan sabar kata-kata tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun baginda membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi bertanya, "Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?" "Sudah." kata Utbah. Nabi membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya.
.

Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi berkata pada para sahabat, "Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!" Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, "Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qisas hari ini." Para sahabat lain terpegun, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Dikatkan Umar langsung berdiri dan siap sedia untuk "membereskan" orang itu. Nabi melarangnya. Nabi pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah Nabi. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi kehairanan ketika Nabi meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin hairan, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul berikan pada mereka. Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi. Nabi berkata, "lakukanlah!" Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi dan memeluk Nabi seraya menangis, "Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah." Seketika itu juga terdengar ucapan, "Allahu Akbar" berkali-kali. sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sebelum Allah memanggil Nabi.

Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul pun sangat hati-hati karena khuaatir ada orang yang beliau sakiti. Pedulikah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah jutaan umat manusia. Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis. Na'udzu billah...

Nabi Muhammad ketika saat haji Wada', di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi dengan dibalut serban dan tubuh yang menggigil berkata, "Nanti di hari pembalasan, kamu akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?" Para sahabat terdiam dan ada dikalangan mereka yang menitiskan air mata. Nabi melanjutkan, "Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kamu dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kamu, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kamu, bukankah telah ku sampaikan pada kamu wahyu dari Allah...?" Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, " Ya! Benar dan kami menyaksikannya ya Rasulullah!" Rasul pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, "Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah!". Nabi meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya.

Begitulah kehidupan para Sahabat bersama Rasulullah. Tiada cacat celanya Rasulullah!, Pemurahnya Rasulullah!. Penyayangnya Rasulullah! Sopan santunnya Rasulullah! Lemah lembutnya Rasulullah! Baiknya.... Baiknya Rasulullah!. Sememangnya baginda pantas disanjung para sahabatnya, dicintai, dipuja , di tangisi permergian baginda, dirindui pula pertemuan dengan baginda, bagi mereka yang mencintai baginda.

Jauh disudut hati saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah."Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin menuruti semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam syurga yang sama dengan syurga Nabi kami. Ya Allah saksikanlah... Ya Allah, saksikanlah! Ya Allah, saksikanlah"

Rujukan Utama:

1) Sirah Ibnu Hisyam, Abd. Malik bin Hisyam.
2) Rahiqul Makhtum; Sirah Rasulullah SAW, Safiyyu Rahman Al Mubarakfuri
3) Muhammad SAW;Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber-sumber klasik, Abu Bakar Sirajuddin.

Sunday, August 24, 2008

Bicara Iman dan Wanita

Bismillahir Rahman nir Rahim..

Segala puji bg Allah yang masih mengizinkan aku masih disini. Segala puji dan Maha Suci Allah yang masih berkenan untuk mengizinkan aku menulis lagi.. Maha Mulianya Allah, Maha Kasih dan Sayang…Selawat dan salam buat Rasul junjungan S.A.W yang terlalu dirindui.. (Semoga seluruh umat yang merinduimu di beri peluang untuk bertemu dgn mu di saat perhitungan azab kelak..amin ya Allah), seluruh para sahabat r.anhum dan sesiapa jua yang mengikuti baginda S.A.W.. semoga dirahmati Allah sehingga ke hari kiamat..

Allahuakbar..dah lama tak bicara iman.. wanita dan iman lebih2 lah lagi..tak mampu untuk dipisahkan, bahkan tak elok untuk dipisahkan.. tingginya martabat seorang wanita adalah disebabkan iman dan malunya (malu sebahagian daripada iman).. mgkn ana tak layak bicara iman di kalangan para sahabat… hanya layak hadir dalam bisikan hati nurani.. tapi percayalah.. ana pun wanita, seluruh sahabat ana adalah wanita (semoga dimuliakan Allah Ta’ala)..adik2 perempuan juga ramai (dan semoga dimuliakan Allah Azza Wa Jalla). Setiap apa yang ana fikirkan menjadi sebab yang hadir dalam hati untuk dikongsi bersama. Setiap ujian dunia yang melanda fikiran wanita..kadang2 sukar untuk dielak. Memikirkan diri sendiri lebih2 lah lagi.. apatah lagi para wanitaku. Ingatlah wahai diri dan para wanitaku, hidupmu cuma sekali.. isilah ia dengan takwa dan yakinlah hanya pada Nya dirimu kembali.

Ingatlah wahai diri dan para wanitaku.. Nabi S.A.W pernah bersabda, “Aku lihat di dalam api neraka, tidak pernah aku melihatnya seperti hari ini, kerana ada pemandangan yang dasyat di dalamnya. Telah aku saksikan kebanyakan ahli neraka ialah kaum wanita." Rasulullah S.A.W ditanya: “Mengapa demikian ya Rasulullah?” Baginda menjawab: “Wanita mengkufurkan suaminya dan mengkufurkan ihsannya. Jikalau engkau berbuat baik kepadanya seberapa banyak pun dia masih belum merasa berpuas hati dan merasa cukup.” (Riwayat Bukhari)

Dalam hadis lain Rasulullah S.A.W bersabda, yang bermaksud: “Kebanyakan ahli neraka adalah terdiri dari kaum wanita.” Maka menangislah mereka dan bertanya salah seorang daripada mereka: “Mengapakah terjadinya sedemikian, adakah kerana mereka berzina atau membunuh anak atau kafir?” Baginda menjawab: “Tidak, mereka ini ialah mereka yang menggunakan lidah menyakiti hati suami dan tidak bersyukur akan nikmat yang disediakan oleh suaminya.” (Riwayat Muslim)

Dan lagi hadis, Rasulullah S.A.W telah bersabda: “seorang wanita yang menyakiti suaminya, maka isterinya yang bidadari berkata: “Janganlah kamu menyakitinya, semoga Allah mengutukmu, kerana dia (suami) itu disampingmu hanyalah sebagai orang asing yang akan berpisah denganmu menuju kami.” (Riwayat Ibnu Majah). Fikirkan ia wahai kaum wanitaku, seluruh makhluk di langit dan bumi mengutuk isteri yang derhaka hatta menyakiti hati suaminya mgkn dalam sedar atau tidak. Kita yang tidak memiliki apa2 kat dunia nih sering rasa cemburu dan menyimpan perasaan dendam pada suami atas perempuan lain.. inikan pula sang bidadari syurga yang suci dan dimuliakan Allah… lagilah tak layak :(

Berjagalah.. wahai diri, wahai ibu, wahai anak, wahai ukhti.. ia jelas balasan untuk wanita dan isteri yang derhaka.. Ingatlah wahai kaum ibuku..banyak kan amal, tingkatkan taqwa, banyakkan doa, banyakkan sabar, hanya pada Allah kita kembali…dan orng yang sabar pasti menang disisi Allah… Saudaraku wanita, tingkatkan takwa.. doalah dan doa semoga dikurniakan seorang suami soleh yang mampu membimbing dan mendidik dalam menuju redha dan kasih sayang Allah. Jangan takut dan gentar jika belum bertemu jodoh, ingat lah Dia mengurus hal-hal ghaibmu yang tidak engkau ketahui.. perbaikilah dirimu, dan jaga hubungan denganNya.. ada atau tiada jodoh, bukan urusan manusia..lambat atau cepat hanya Dia yang Tahu hikmah disebaliknya.. Ingatlah, mgkn hikmahnya.. Dia sedang memperbaiki keadaan dirimu dan menebus segala dosa yang telah lalu sebelum engkau nikah.. mgkn Dia ingin memuliakan mu di saat engkau bergelar isteri kelak.. bersyukur la pada yang telah mengurniakannya.. dan mintalah pada yang Memberi….

Wahai diri dan para wanitaku, pelihara auratmu.. hiasi diri dengan akhlak sejati, doa dan menangislah dihadapannya.. sesungguhnya engkau adalah penyebab kepada dosa dunia.. fikirlah dan muhasabah la atas diri.. kepada Allah engkau akan dihadirkan.. tiada siapa yang mampu tolong di hari perhitungan amal kelak… engkau pasti dilupakan manusia saat itu, dilupakan suami, dilupakan anak2..dilupakan ibu, dilupakan ayah..dilupakan org2 tersayang.. Syahdunya.. hanya Allah tempat melutut, mengadu, merayu serta meminta di tika itu.. pertolongan dan Rahmat Allah pasti tiba di saat itu andainya engkau menyerahkan hatimu padaNya di saat kehidupan mu di dunia dahulu.. tapi engkau pasti dilupakanNya andainya tiada cinta dihatimu padaNya ketika kehidupanmu didunia dahulu.. semoga Allah memandangmu dengan pandangan Rahmat di saat itu.. dan bukan pandangan kemurkaan Nya.. semoga ya Allah….

“Sampaikanlah kepada sesiapa yang engkau temui daripada kaum wanita, bahawasanya takut kepada suami serta mengakui haknya adalah menyamai pahala orang yang berjihad pada jalan Allah, tetapi sangat sedikit sekali golongan kamu yang dapat melakukan demikian.” (Riwayat Al-Bazzar dan At-Tabrani)

Semoga kita digolongkan dalam golongan orang2 yang sedikit..amin ya Rabb

:: Semoga diizinkan untuk bersambung lagi, insyaAllah biizniLlah…

For the sake of ALLAH, you are invited to visit my ukhti’s blog.. care to link this site.. http://uwaish.blogspot.com/ syukran, jazakiLlah khair… semoga bermanfaat untuk para wanita.

Sunday, August 10, 2008

Kisah hati..

BismiLlah...

Segala puji hanya untuk Allah Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. dua hari yang lalu, dengan izin Allah Ta'ala ziarah sebentar ke rumah Makcik yang terletak di Puchong.. selain ziarah, tujuan utama nak bertandang ke rumah makcik adalah untuk jmpa mak (yang bercuti di sana), jmpa nenek, jmpa Mak su..dan yg paling penting nak jmpa si kecik si jantung hati tuh..sapa lagi klu bkn Safanah Aqillah...Allaahh... =) dah berapa lama tak jmpa...rasa rindu betul....

Terasa lama tak kluar rumah bila sorang2 kena tunggu bas..sorang2 naik bas...risau juga pada mulanya nak naik bas..tapi ku gagahkan juga..nak jmpa org tersayang punya pasal..ehehe..sedar tak sedar rupanya dah banyak tahun tak naik bas.. keadaan naik transport awam ke tempat keja dengan bukan ke tempat keja amat jauh beza.. ntah la napa ye.. agaknya sebab hari tuh adalah hari sabtu, hari cuti..orang pula terlalu ramai.. tak kira orang tempatan mahupun asing..ramai sungguh..Allah...kekadang terasa macam kat negara org pun ada...:( Alhamdulillah selamat sampai, jmpa jg insan yang dirindui... alhamdulillah... :)

Bercerita mengenai negara orang..tetiba teringat pulak dengan ukhti teeny yang baru sahaja memulakan kehidupan baru sebagai pelajar di bumi Medan Indonesia.. Semoga ALlah mudahkan urusan ukhti...ingat Allah selalu, pertolongan ALlah pasti tiba di kala senang dan susah..asal sahaja keyakinan tuh teguh buat Allah Azza Wa Jalla....Sebelum berlepas hari tuh, sempat sembang dengannya mengenai kehidupan yang bakal ditempuhi..huhu, ana sedih masa tuh..memikirkan bagaimana keadaannya kelak... tapi fikir dan doa pada ALlah..Allah sebaik2 penentu..Allah sebaik2 pembuat keputusan..dan Dia Mengetahui setiap urusan hamba.. pasti mengandungi hikmah yg besar di sebalik pemergiannya ke Indon... beliau sempat berbisik, "Semoga aktiviti dakwah di universiti kat sana sama baik ataupun lebih baik dengan aktiviti dakwah yang pernah dijalankan di universiti2 di Malaysia" Saya turut mendoakan supaya keadaan aktiviti dakwah di Medan universiti baik2 dan bagus2 belaka.. Masa belajar matrik dulu, beliau memang sibuk juga dengan aktiviti dakwah usrah..Alhamdulillah.. kawan2 pun baik.. setiap masa pasti adalah peringatan dari sahabat2 yang mengingatkan..syukur buat Allah...



Melepaskan beliau pergi buat saya sebak juga.. sebab tak pernah berpisah lama2 dan jauh2.. walaupun tak jauh sgt berbanding negara2 Eropah dan Afrika Selatan..tapi gap tuh tetap ada.. hehe..Semoga Engkau mudahkan urusannya di sana..amin ya Allah... 3 hari lepas, saya dihadiahkan sms dari Medan Indon berserta nombor barunya... :) rasa lega di hati namun timbul rasa risau, bila dia bagitau.."alhamdulillah, aku baru habis mendaftar tadi..tapi sedihnya sebab tengok pelajar2 Indon kat sini kurang yang pakai tudung"..eermm... saya turut risau.. tapi saya sempat berpesan supaya doa bnyk2 kat Allah supaya ditemukan sahabat2 yang baik2 di sana, jgn tinggal tahajjud..pertolongan Allah berserta tahajjud di tengah malam.... semoga Allah perkenankan doa2 mak dan doa2 saya juga buat adik2 tersayang..walau di mana mereka berada...amin Ya RABB.....

Tuesday, July 29, 2008

27 Rejab - Peristiwa Israk Mikraj

BismiLlahir Rahman nir Rahim..

Alhamdulillah, segala puji buat Allah yg masih memberi peluang untuk aku mengimbas kembali peristiwa bersejarah dalam kehidupan umat Islam (yg benar2 bersejarah bg ana).. Hari ini tanggal 27 rejab mengingatkan ana pada peristiwa Kekasih Nabi Allah, Rasulullah sallallahu a'laihi wassalam yang telah di perjalankan Allah Subhana wa Ta'ala bermula dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa, dan seterusnya dari Al-Aqsa ke Sidratul Muntaha langit yang ketujuh..subhanallah..Maha suci Allah yang memiliki Kemuliaan dan Keagungan yang telah mengurniakan hadiah yang cukup besar dan bererti buat Nabi S.A.W

Dalam peristiwa Israk Mikraj, Rasulullah S.A.W telah diperlihatkan kekuasaan Allah Azza Wa Jalla serta balasan yang bakal diterima umatnya di akhirat kelak..Saat hari Qiamat itu pasti.. azab neraka itu benar, syurga itu benar adanya.. Maha suci Allah yang memperlihatkan Kebesaran dan Keagungan-Nya khusus untuk Nabi Kekasih Allah dan umatnya.. atas sebab peristiwa ini, Allah S.W.T berkenan untuk mengurniakan kemuliaan khusus untuk umat Nabi Sallallahu a'alahi wassalam...subhanAllah..

Peristiwa ini berlaku atas sebab kasih sayang dan pujukan Allah Azza Wa Jalla buat Nabi Muhammad S.A.W, yang mana pada masa tuh, Nabi Kekasih Allah mengalami tekanan yang hebat, yang mana ajaran baginda ditolak, bukan sahaja ditolak malah baginda telah dihina, dicerca dengan cukup hebat dari orang2 kafir.. Tamparan yang hebat bila mana dua orng individu yang amat dicintai Nabi S.A.W pergi menghadap Ilahi meninggalkan Rasulullah S.A.W seorang diri dalam keadaan dipulau dan dibenci orang2 kafir. Yakni isteri baginda Khadijah Khuwailid dan Ayah saudara baginda, Abu Talib.

Allahuakbar, sukar digambarkan kehidupan dan perasaan baginda S.A.W di waktu itu.. hanya Allah tempat mengadu, hanya Dia yang Tahu..dan Dia benar2 Mengetahui..Dia benar2 Melihat setiap urusan hamba-Nya..Atas sebab Kasih Sayang-Nya buat Nabi S.A.W, peristiwa Israk Mikraj berlaku..

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya (dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya), agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya, Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Surah al-Isra' - ayat 1)

Terasa sayu bila mengenang peristiwa dan kenangan itu. Selawat dan salam ke atas Baginda rasulullah Sallallahu a'alaihi wassalam...berserta ahli keluarga baginda, seluruh para sahabat dan tabi'in dan sesiapa sahaja yang mengikuti baginda...

1001 ketaakjuban yang dilihat Baginda S.A.W ketika diisrakkan sampai ke Sidratul Muntaha, langit yang ketujuh. Antara peristiwa yang terlalu menyentuh hati ana dalam peristiwa itu adalah mengenai wanita.. semoga menjadi iktibar dan pengajaran bagi wanita Muslim dan ramainya penduduk wanita adalah 2/3 daripada penduduk dunia ini..:( wallahu 'alam

Dalam perjalanan Israk dan Mikraj tersebut, Nabi S.A.W telah melewati satu kawasan berbau sungguh harum dengan bau-bauan kasturi. Lalu baginda S.A.W bertanya kepada Jibril alaihissalam mengenai kawasan tersebut. Jibril menjawab, "Itulah Makam Masyitah, seorang wanita penghulu syurga." Beliau adalah pengasuh anak Firaun LaknatuLlah, pemerintah kejam di Mesir yang mengaku dirinya Tuhan. Masyitah berfizikal lemah, mempunyai semangat yang kuat, dan jiwa keislaman sehingga mampu menafikan keangkuhan Firaun.

Masyitah ialah pelayan raja. Beliau adalah seorang rakyat yang masih sedar dan beriman kepada Allah tetapi disebabkan kekejaman Firaun, beliau dan ramai lagi terpaksa menyembunyikan keimanan mereka.

Pada suatu ketika, Masyitah sedang menyikat rambut puteri Firaun, tiba-tiba sikat itu terjatuh. Dengan tidak sengaja, beliau menyebut nama Allah. Apabila puteri itu mendengar perkataan Allah, dia bertanya kepada Masyitah siapakah Allah itu. Masyitah pada mulanya enggan menjawab tetapi selepas didesak berkali-kali, beliau akhirnya memberitahu bahawa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa dan Tuhan Sekalian Alam.

Puteri itu mengadu kepada Firaun mengenai perkara itu menyebabkan Firaun terlalu marah apabila mengetahui Masyitah menyembah Tuhan selainnya. Masyitah dipaksa Firaun memperakui dirinya (Firaun) sebagai Tuhan, tetapi dengan penuh keberanian beliau berkata: "Tuhan aku dan Tuhan kamu adalah Allah."

Perkataan itu menimbulkan kemarahan Firaun, lalu memerintahkan dibuat patung lembu daripada tembaga untuk diisi minyak bagi merebus Masyitah. Menteri Firaun, iaitu Hamman, salah seorang penghuni neraka, diperintahkan Firaun untuk membunuh Masyitah. Firaun memerintahkan patung lembu itu diletakkan di atas api sehingga panas menggelegak dan mengarahkan Masyitah dan ahli keluarganya dilontar seorang demi seorang.

Pada waktu giliran bayinya hendak dimasukkan ke dalam lembu itu untuk direbus, Masyitah hampir mengaku kalah dan menyerah kepada kemahuan Firaun kerana terlalu sayangkan anaknya. Tetapi dengan kehendak Allah, berlaku kejadian luar biasa apabila bayi itu dengan fasih berkata: "Wahai ibuku! Teruskanlah dan jangan menyerah kalah, sesungguhnya engkau di atas (jalan) kebenaran."

Masyitah dan keluarganya mempertahankan keimanan mereka dengan mengatakan Allah Tuhan Yang Esa dan Firaun hanya manusia biasa. Lalu semuanya syahid dibunuh Firaun. Keberanian seorang wanita memperjuangkan kebenaran dan keimanan ini dirakam dan diingati setiap tahun oleh seluruh manusia melalui peristiwa Israk Mikraj. Semua ahli keluarga Masyitah mendapat balasan syuhada daripada Allah kerana mempertahankan akidah sehingga mati.

Dalam perjalanan itu, Baginda S.A.W turut diperlihatkan 10 jenis seksaan yang menimpa wanita yang membuatkan Rasulullah S.A.W menangis setiap kali mengenangkannya.

Dalam perjalanan itu, antaranya Baginda S.A.W diperlihatkan perempuan yang digantung dengan rambut dan otak di kepalanya mendidih. Mereka adalah perempuan yang tidak mahu melindungi rambutnya daripada dilihat lelaki lain.

Seksaan lain yang diperlihatkan Baginda S.A.W ialah perempuan yang digantung dengan lidahnya dan tangannya dikeluarkan daripada punggung dan minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan kata-katanya.

Baginda juga melihat bagaimana perempuan digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pokok zakum dituang ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa keizinan suaminya.

Ada pula perempuan diikat dua kakinya serta dua tangannya sampai ke ubun dan dibelit beberapa ular dan kala jengking. Mereka adalah perempuan yang boleh solat dan berpuasa tetapi tidak mahu mengerjakannya, tidak berwuduk dan tidak mahu mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa mendapat izin suaminya terlebih dulu dan tidak mandi
iaitu tidak bersuci selepas habis haid dan nifas.


Selain itu, Baginda S.A.W melihat perempuan yang makan daging tubuhnya sendiri manakala di bawahnya ada api yang menyala. Mereka adalah perempuan yang berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang lain.

Baginda S.A.W juga melihat perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka. Mereka adalah perempuan yang suka memasyhurkan diri sendiri supaya orang melihat akan perhiasannya.

Seksaan lain yang dilihat Baginda ialah perempuan yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya pula seperti keldai. Mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan sangat suka berdusta.

Ada pula perempuan yang Baginda nampak rupanya berbentuk anjing dan beberapa ular serta kala jengking masuk ke dalam mulutnya dan keluar melalui duburnya. Mereka adalah perempuan yang suka marah kepada suaminya dan memfitnah orang lain.

:.Sumber.: http://www.rakanmasjid.com/modules/news/article.php?keywords=rejab&storyid=26

Terlalu banyak peristiwa yang dirakam sempena peristiwa ini menurut banyak hadis sahih.. tapi ana hanya selitkan peristiwa besar yg mengaitkan wanita sahaja.

Nabi s.a.w bersabda: "Aku meninjau dalam syurga dan melihat kebanyakan ahlinya adalah org2 yg faqir. Aku meninjau ke dalam neraka dan melihat kebanyakan ahlinya adalah wanita". (HR Bukhari dan Muslim)

Mengenangkan sabda Nabi S.A.W, jiwa terasa lemah..dan berkata "akulah penghuninya". Semoga Engkau mengampuni segala dosa2 kami yang lemah ini. Bimbinglah kami ke jalan Redha-Mu..Janganlah kiranya Engkau biarkan kami hanyut dalam dakapan dunia.. andainya kami dibiarkan, sungguh amat celaka lah kami. Hanya Engkau tempat mengadu. Semoga Engkau mengampuni seluruh dosa2 para kaum wanita dan seluruh umat Nabi S.A.W keseluruhannya..

“Sekiranya pada hari kiamat nanti diisytiharkan, “Masukkanlah semua manusia ke dalam neraka kecuali seorang.” Maka saya masih menaruh harapan dengan rahmat Allah S.W.T bahawa yang seorang itu ialah saya. Jika diisytiharkan, “Masukkanlah semua manusia ke dalam Syurga kecuali seorang. “Maka saya takut bahawa kerana kelemahan amal perbuatan saya, mungkin yang seorang itu ialah saya.” Umar r.a (wallahu'alam)

Thursday, July 24, 2008

Kisah Kijang dan anaknya

BismiLlah...

Diriwayatkan oleh Abu Na'im di dalam kitab 'Al-Hilyah' bahawa seorang lelaki lalu di sisi Nabi s.a.w. dengan membawa seekor kijang yang ditangkapnya, lalu Allah Taala (Yang berkuasa menjadikan semua benda-benda bercakap) telah menjadikan kijang itu bercakap kepada Nabi s.a.w. : "Hai Pesuruh Allah, sesungguhnya aku ada mempunyai beberapa ekor anak yang masih menyusu, dan sekarang aku sudah ditangkap sedangkan mereka sedang kelaparan, oleh itu haraplah perintahkan orang ini melepaskan aku supaya aku dapat menyusukan anak-anakku itu dan sesudah itu aku akan balik ke mari."

Bersabda Rasulullah s.a.w. " Bagaimana kalau engkau tak balik ke mari semula?" Jawab kijang itu: "Kalau aku tidak balik ke mari, nanti Allah Taala akan melaknatku sebagaimana Ia melaknatkan orang yang tidak mengucapkan selawat bagi engkau apabila disebut nama engkau disisinya."

Lalu Nabi s.a.w. pun bersabda kepada orang itu : "Lepaskan kijang itu buat sementara waktu dan aku jadi penjaminnya."

Kijang itu pun dilepaskan dan kemudian ia kembali ke situ semula. Maka turunlah malaikat Jibril a.s. dan berkata : "Hai Muhammad, Allah Taala mengucapkan salam kepada engkau dan Ia (Allah) berfirman: " Demi KemuliaanKu dan KehormatanKu, sesungguhnya Aku lebih kasihkan umat Muhammad daripada kijang itu kasihkan anak-anaknya dan Aku akan kembalikan mereka kepada engkau sebagaimana kijang itu kembali kepada engkau." Alhamdulillah. .marilah memperbanyakkan bersukur dan berselawat kerana kita tergolong dalam umat Muhammad.

Tuesday, July 15, 2008

Kerja Satu Ibadah (II)

Bismillah hir Rahman nir Rahim

Segala puji hanya milik Allah Tuhan Azza Wa Jalla.. mengizinkan aku masih di sini, hidup di bumi-Nya.. memberi aku peluang merasai setiap ujian demi Kasih-Nya, semoga Engkau tak lupakan aku.. Aku mohon perlindungan-Mu dari tidak mampu memuji-Mu seperti Engkau memuji Diri-Mu..Maha Suci Allah.. tidak mampu diriku untuk menghitung tiap nikmat yang Engkau berikan..tidak mampu diriku untuk mengira tiap hikmah kejadian yang telah Engkau tentukan… Terima kasih dan syukur buat-Mu, izinkan aku mengasihi-Mu sehingga nafasku terhenti… Semoga Engkau mengampuni segala dosa2 yang pernah aku lakukan..serta dosa2 seluruh umat muslimin dan muslimat di alam maya ini sama ada yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia..amin yaa Rabbal ‘alamin…Selawat dan salam untuk Rasul junjungan Muhammad S.A.W serta ahli keluarga dan seluruh para sahabat r.anhum.

Minggu lepas, dengan izin Allah Ta’ala ana ditawarkan kerja, alhamduliLlah... Ana redha andai rezeki kali ini dapat bantu ana dalam segala hal khususnya dalam urusan agama.. Semoga Dia memudahkan apa yang sukar bagiku.. dan semoga rezeki yang dikurniakan ini rezeki yang baik lagi halal.. terasa sukar nak lepaskan kerja yang sedia ada..tapi sedalam mana dan telitinya perancangan manusia tak kan sama dengan perancangan Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui..

Saat perpisahan dengan anak2 memang amat la terasa.. lebih2 lagi ana dah semakin rapat dengan mereka.. perasaan sayang tuh pun dah makin tebal semenjak mula2 ana keja bersama dorang lagi.. Saat nih aku rindukan suasana Tadika Sri Pelangi yang telah pun aku tinggalkan.. rindu kat suasana tuh hanya Dia yang Tahu.. Rindu kat anak2 lebih2 lah lagi… Rindu saat bersama mereka, bermanja bersama mereka, bermain bersama mereka, mengasuh mereka.. Semoga Allah sentiasa memelihara mereka dari segala fitnah dan kejahatan dunia..amin…

Semoga Engkau memperkenankan doaku… peliharalah mereka dari segala dosa dan noda…jauhkan mereka dari azab api neraka-Mu yang dasyat… Semoga kelak mereka menjadi anak2 yang soleh dan solehah.. penghibur dan penawar hati ibu bapa.. amin.. Apa yang aku dah buat dalam masa 3 bulan aku mendidik mereka?? Engkau lah yang memperhitungnya kelak..dan maafkan aku andainya terdapat sesuatu perkara yang telah ku lakukan yang telah membuatkan Engkau merasa tidak senang denganku ataupun Engkau murka dengan ku..Sudilah kiranya Engkau mengampuninya…

Aqil 3 thn

Saat ini, terkenangkan Aqil Hakim..anak yang semakin rapat dengan ana.. Semakin ana nak tinggalkan dia, makin rapat pula..bukan niat ana nak merapatkan diri dengan dia saat2 nak tinggalkan dia… memang sebelum resign tuh, ana cuba2 untuk jauhkan diri dari Aqil.. ana cuba luangkan masa terhad untuk setiap budak2 kat sekolah tuh..sesiapa saja yang nak bermanja, ana layan.. sayangnya kat dorang nih.. adat bg budak kecil..bila kita sayang kat budak2 lain… yang lain2 akan rasa cemburu, termasuklah Aqil… bila bermanja dengan budak2 lain, Aqil mula sibuk nak approach…tak sampai hati nak biarkan.. bukan niat untuk membiarkannya..jauh sekali buat dia rasa cemburu… ALLAH.. makin risau dibuatnya, hanya Engkau yang Tahu..bila rules kat tadika tuh macam askar… treat budak2 macam askar..rotan sebesar lengan semata2 nak takutkan budak2 yang masih kecil..yang masih mentah…yang hanya layak dalam pelukan belaian..Tak pe lah, mungkin disiplin mcm tuh mesti diterapkan untuk anak2 kat tadika tuh.. ana pun masih belum ada pengalaman dalam mendidik anak..ALLAH..Semoga Engkau pelihara mereka dari segala kerakusan dunia ini.. bukan nak salahkan sesiapa, tapi..ntahlah cukuplah Dia yang Mengetahui apa yg tersirat di hati….



Seminggu sebelum resign, aku dah rasa semacam akan kehilangan.. aku terasa semakin aku dekat ngan mereka, semakin aku tak leh nak bermanja ngan dorang..ntah lah..hari2 yang dilalui dalam masa seminggu ,mood pun dah bertukar..mesti dorang rasa lain macam bila ana dah pandai garang..huhu.. bukan niat nak berkasar ngan dorang. Jauh di sudut hati, aku sayangkan mereka.. ntah bila lagi dapat bertemu mereka..tengok muka dorang satu persatu buat ana sebak.. setiap kali masuk kelas, ana dah mula tinggikan suara kat dorang yang sebelum nih tak pernah ana buat (mgkn tuh yang makin manja bila tak pernah di marah)..dan dalam masa seminggu tuh juga, ana dah mula berkeras dan dah kurang manjakan mereka.. selepas kelas, nasihat kat dorang supaya tak nakal2 lg lepas nih.. ikut cakap teacher..ikut ckp mak abah.. sebenarnya, ana sebak masa tuh, tapi alhamdulillah control jugak lah air mata tuh.. sebak bkn apa, tengok wajah mereka satu persatu bila ana nasihat.. semua dengar dengan muka yang tak bersalah..Allah, sayangnya kat dorang nih.. lepas nih tak tau sama ada bertemu lagi atau tidak..semuanya dalam pengetahuan ALLAH s.w.t..

dari kiri : Irfan, Iman Haziq, Tharan, Amir

Aku benar2 rindukan mereka saat nih..tapi saat perpisahan tuh tetap berlaku..kata orang jangan tangisi sebuah perpisahan, tapi tangisilah sebuah pertemuan sebab tanpa pertemuan tak kan ada perpisahan..ya, adatlah…setiap pertemuan pasti perpisahan lah jawabnya..dan semuanya dalam Tangan Allah…sebak bila rindukan dorang..ALLAH..tak pernah pula alami begini..mcm pelik rasanya.. mngkn ujian buatku subhanALLAH…Tak bleh lupakan Aqil, Irfan, Sofea, Naim, Athirah, Adib, Hazim, Iman Haziq, Ismail, Ammar (sayang Ammar), Farhan dan semuanya.. tak mampu nak tulis semua nama mereka, bnyk sangat..

Irfan, seorang yang manja sangat.. bila kena marah suka buat muka merajuk..dan bnyk sngt ceritanya. Kekadang geram juga sebab setiap ceritanya dia nak kita dengar.. bile tak pay attention, merajuk tak nak kawan teacher pulak..alahai..setiap hari pasti ada cerita yang menghiburkan.. tapi sekarang ana dah tak dengar cerita tuh lagi..kadang2 rasa menyesal bila sehari dia bercerita, ada hari yang ana tak mau dengar ceritanya (bkn tak nak dengar, tp budak2 ramai sgt yg nak kena layan..so kena fair lah kat setiap anak2)..rindu kat Irfan dan sayangnya kat dia.. seorang lagi adik pada Irfan adalah Hazim..seorang yang pemalu bila dah ditegur..ingt lagi mula2 ana masuk ngajar, setiap kali masuk kelas..biasanya sebelum dan selepas belajar kena sayang teacher dulu (hug & kiss).. dan Hazim adalah salah seorang yang cool dan malu bila dimanja..tapi sebelum tinggalkan mereka ari tuh, dia dah mula nak sayang teacher..Allah…ingat lagi sebelum kluar kelas, bila semua dah habis sayang teacher..dia duduk diam je kat belakang (malu sbnrnya)..bila ana panggil dan tanya sama ada sayang teacher atau tak..dia terus datang kat ana dan peluk..subhanALLAH… rasa tenang dan sebak sedikit..huh..

Dari kiri: Syazliana, Athirah, Athifah.

Cukuplah kisah nih.. nak tulis panjang2 makin sedih dibuatnya… sahabat yang lain pelik juga sebab ana sayangkan dorang lebih2 padahal bukan anak sendiri..hehe, memang bukan anak sendiri.. tapi sebenarnya mereka adalah penawar dan penghibur hati, penenang jiwa, di masa kita hidup kat dunia yang penuh dengan ujian dan masalah..sama ada anak sendiri atau anak orang lain…tak kira mereka siapa, mereka tetap makhluk ciptaan Allah yang menenangkan jiwa MasyaAllah…Itulah salah satu nikmat yg Allah bagi untuk setiap pasangan yang dah berumahtangga.. So, jangan sia2kan zuriat anda.. =)

Aqil dan Najla

Terlalu banyak kenangan ngan budak2 kat tadika tuh..tempat tuh pun jadi kenangan..Di sanalah pertolongan Allah buatku malam dan siang.. mana buleh lupa.. Di sanalah Allah kurniakan ujian, di sana juga la Allah sampaikan pertolongan-Nya…subhanallah..Aku tak harapkan apa2 lg saat nih melainkan perhatian-Nya walau di mana aku berada… Kenangan bersama anak2 kat tadika tuh memang amat sukar dilupakan..semoga aku dapat bertemu mereka lagi di masa akan datang. Mungkin dah besar masa tuh, mngkn dah dewasa dah masa tuh..wallahu’alam…kalau tak mampu kat dunia nih, biarlah di akhirat dapat bertemu dalam keadaan yang diredhai…Doaku semoga mereka menjadi hamba2 Allah yang soleh dan solehah..amin ya Rabbal ‘alamin…

Saturday, July 5, 2008

24 Peringatan Buat Wanita

BismiLlah hir Rahman nir Rahim...

Semoga dengan izin Allah akan beroleh manfaat untuk diri khususnya, para sahabat dan para pembaca juga. Artikel nih ana simpan sebagai koleksi..sampai terlupa dari mana sumbernya..walau bagaimanapun ana cuba cari mana sumbernya...

1. Pertama urusan yang ditanyakan pada hari akhirat nanti ialah mengenai solat dan mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajipannya atau tidak).


2. Apabila lari wanita dari rumah suaminya tidak diterima solatnya sehingga kembali ia dan menghulurkan tangannya kepada suaminya (meminta ampun).

3. Mana-mana perempuan yang memakai bau-bauan kemudian ia keluar melintasi kaum lelaki ajnabi agar mereka tercium bau harumnya maka dia adalah perempuan zina dan tiap-tiap mata yang memandang itu adalah zina.

4. Sebaik-baik wanita ialah tinggal di rumah, tidak keluar kecuali atas urusan yang mustahak. Wanita yang keluar rumah akan dipesonakan oleh iblis. Sabda Nabi s.a.w. : Perempuan itu aurat, maka apabila ia keluar mendongak syaitan memandang akan dia.

5. Haram bagi wanita melihat lelaki sebagaimana lelaki haram melihat wanita yang halal nikah (kecuali dalam urusan menuntut ilmu dan berjual beli).

6. Diriwayatkan bahawa pada suatu hari ketika Rasulullah s.a.w. bersama isteri-isterinya (Ummu Salamah r.ha. dan Maimunah r.ha.), datang seorang sahabat yang buta matanya (Ibnu Maktum) Rasulullah s.a.w. menyuruh isteri-isterinya masuk ke dalam. Bertanya Ummu Salamah, "Bukankah orang itu tidak dapat melihat kami, Ya Rasulullah ?" Rasulullah s.a.w. menjawab,"Bukankah kamu dapat melihatnya."

7. Perempuan yang melabuhkan pakaian dalam keadaan berhias (bukan untuk suami dan mahramnya) adalah seumpama gelap-gelita pada hari Qiamat tiada Nur baginya.

8. Mana-mana wanita yang bermasam muka menyebabkan tersinggung suaminya,maka wanita itu dimurkai Allah sehingga ia bermanis muka dan tersenyum mesra pada suaminya.

9. Tidak boleh seorang isteri mengerjakan puasa sunat kalau suaminya ada di rumah serta tidak seizinnya dan tidak boleh memasukkan seseorang lelaki ke rumahnya dengan tidak seizin suaminya.

10. Hendaklah isteri berpuas hati (redha) dengan suaminya yang telah dijodohkan oleh Allah, sama ada miskin atau kaya.

11. Perempuan tidak berhak keluar dari rumahnya melainkan jika terpaksa(kerana sesuatu urusan yang mustahak) dan ia juga tidak berhak melalui jalan lalu lalang melainkan di tepi-tepinya.

12. Apabila memanggil lelaki akan isterinya ke tempat tidur tetapi ditolaknya hingga marahlah suaminya, akan tidurlah wanita itu dalam laknat oleh malaikat ke pagi.

13. Wanita-wanita yang menggunakan lidahnya untuk menyakiti hati suaminya,ia akan mendapat laknat dan kemurkaan Allah, laknat malaikat juga laknat manusia sekalian.

14. Tidak harus seseorang manusia sujud kepada manusia dan jika diharuskan, maka akan aku perintahkan semua kaum wanita sujud pada suaminya kerana membesarkan dan memuliakan hak-hak suami mereka.

15. Wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya pada hari Qiamat nanti Allah jadikan lidahnya sepanjang 70 hasta kemudian diikat ke belakang lehernya.

16. "Aku lihat api neraka, tidak pernah aku lihat seperti hari ini, kerana ada pemandangan yang dahsyat di dalamnya. Telah aku saksikan kebanyakan ahli neraka ialah wanita." Rasulullah s.a.w. ditanyai, "Mengapa demikian Ya Rasulullah?" Jawab Rasulullah s.a.w. "Wanita mengkufurkan suaminya dan mengkufurkan ehsannya. Jika engkau berbuat baik kepadanya seberapa banyak pun dia masih belum rasa berpuas hati dan cukup."

17. "Kebanyakan ahli neraka adalah terdiri dari kaum wanita." Maka menangislah mereka dan bertanya salah seorang daripada mereka, "Mengapa terjadi demikian, adakah kerana mereka berzina atau membunuh anak atau kafir ?" Jawab Nabi s.a.w. "Tidak, mereka ini ialah mereka yang tidak bersyukur akan nikmat suaminya, sesungguhnya tiap-tiap seorang kamu adalah dalam nikmat suaminya."

18. Keadaan wanita 10 kali ganda seorang lelaki di dalam neraka dan 2 kali ganda seorang lelaki di dalam syurga.

19. "Kebanyakan wanita itu adalah isi neraka dan kayu api." Hazrat Aishah bertanya, "Mengapa wahai Rasulullah s.a.w.?" Jawab Rasulullah s.a.w. :

i. Kerana kebanyakan perempuan itu tidak sabar dalam menghadapi kesusahan, kesakitan dan cubaan seperti kesakitan melahirkan anak, mendidik anak-anak dan melayani suami serta melakukan kerja-kerja rumah.

ii. Tiada memuji (bersyukur) di atas kemurahan Allah yang didatangkan melalui suaminya. (Jarang terdapat orang perempuan yang mahu mengucapkan terima kasih di atas pemberian suaminya.)

iii. Sering mengkufurkan (ingkar) terhadap nikmat Allah. (Contohnya :Apabila berlaku sesuatu pertengkaran ada isteri yang berkata sudah 10 tahun kahwin dengan awak tidak ada apa-apa pun.)

iv. Gemar bercakap perkara yang sia-sia yang berdosa. (Contohnya :bercakap mengenai perabot-perabot rumah yang tidak perlu dan mengumpat.)

v. Kurang akal dan kurang ilmu pengetahuannya dalam agama iaitu mereka sering tertipu atau terpengaruh dengan pujuk rayu lelaki,rakan-rakan, alam sekeliling dan suasana serta kemewahan lahiriah.

20. Dari Ali bin Abi Talib r.a. : Aku dengar Rasulullah s.a.w. bersabda, "Tiga golongan dari umatku akan mengisi neraka jahanam selama 7 kali umur dunia. Mereka itu adalah :-

a. Orang yang gemuk tapi kurus
b. Orang yang berpakaian tetapi telanjang
c. Orang yang alim tapi jahil

* Adapun yang gemuk tapi kurus itu ialah wanita yang sihat tubuh badannya tetapi kurang ibadat.
* Orang yang berpakaian tetapi telanjang ialah wanita yang cukup pakaiannya tetapi tidak taat agama.
* Orang yang alim tapi jahil ialah ulama yang menghalalkan yang haram kerana kepentingan peribadi.

21. Asma' binti Karizah Fazari r.ha. diriwayatkan telah berkata kepada puterinya pada hari perkahwinan anaknya itu, "Wahai anakku, kini engkau akan keluar dari sarang di mana engkau dibesarkan. Engkau akan berpindah ke sebuah rumah dan hamparan yang belum engkau kenali. Itulah suami mu. Jadilah engkau tanah bagi suami mu (taat perintahnya) dan ia akan menjadi langit bagi mu (tempat bernaung). Jadilah engkau sebagai lantai supaya ia dapat menjadi tiangnya. Jangan engkau bebani dia dengan berbagai kesukaran kerana itu akan memungkinkan ia meninggalkan mu. Kalau ia mendekatimu,dekatilah ia dan jika ia menjauhi mu maka jauhilah ia dengan baik. Peliharalah benar-benar suami mu itu akan hidungnya, pendengarannya,matanya dan lain-lain. Janganlah pula ia mendengar melainkan yang enak dan janganlah ia melihat melainkan yang indah sahaja pada dirimu.

22. Pesanan Luqman kepada anaknya, "Sepanjang hidupku, aku hanya memilih 8 kalimah dari pusaka para Nabi yang lalu iaitu :-

a. Apabila engkau sedang solat kepada Allah SWT maka jagalah baik-baik fikiran mu.
b. Apabila engkau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandangan mu.
c. Apabila engkau berada di tengah-tengah majlis maka jagalah lidah mu.
d. Apabila engkau hadir dalam jamuan makan maka jagalah perangai mu.
e. Ingat kepada Allah SWT
f. Lupakan budi baik mu pada orang lain.
g. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadap mu.
h. Ingat kepada mati.

23. Perkara-perkara yang menjadikan wanita itu derhaka kepada suaminya seperti tersebut di dalam kitab Muhimmah :-

a. Menghalang suami dari bersuka-suka dengan dirinya sama ada untuk jimak atau menyentuh mana-mana bahagian tubuhnya.
b. Keluar rumah tanpa izin suami sama ada ketika suami ada di rumah atau pun tidak.
c. Keluar rumah kerana belajar ilmu yang bukan ilmu Fardhu Ain.
Dibolehkan keluar untuk belajar ilmu Fardhu Ain jika suaminya tidak mampu mengajar.
d. Enggan berpindah (berhijrah) bersama suaminya.
e. Mengunci pintu, tidak membenarkan suami masuk ke rumah ketika suami ingin masuk.
f. Memasam muka ketika berhadapan dengan suami.
g. Minta talak.
h. Berpaling atau membelakangi suami ketika bercakap.
i. Menyakiti hati suami sama ada dengan perkataan atau perbuatan.
j. Meninggalkan tempat tidur tanpa izin.
k. Membenarkan orang lain masuk ke dalam rumah sedangkan ia tidak disukai oleh suaminya.

24. Wajib bagi wanita :-

a. Mengekalkan malu pada suaminya.
b. Merendahkan (menundukkan) mata ketika berpandangan.
c. Mengikut kata-kata dan suruhannya.
d. Dengar dan diam ketika suami berkata-kata.
e. Berdiri menyambut kedatangannya.
f. Berdiri menghantar pemergiannya.
g. Hadir bersamanya ketika masuk tidur.
h. Memakai bau-bauan yang harum untuk suaminya.
i. Membersihkan dan menghilangkan bau mulut untuk suaminya.
j. Berhias ketika hadirnya dan tinggalkan hiasan ketika tiadanya.
k. Tiada khianat ketika tiada suaminya.
l. Memuliakan keluarga suaminya.
m. Memandang pemberian suaminya yang kecil sebagai besar dan berharga.
n. Ketahuilah, syurga dan neraka bagi seorang wanita itu bergantung pada redha atau tidaknya suami padanya.

Nota dari Penyusun:
Ada 6 pesanan untuk kaum wanita dapat diamalkan di dalam kehidupan seharian untuk hidupkan suasana Iman dan Amal di dalam rumah tangga. Apabila ada suasana agama dalam kehidupan maka hidayat dan nusrah (pertolongan) dari Allahlah akan datang. Rumah tangga dirahmati Allah, keberkatan dalam kehidupan kita dan ketenangan dalam jiwa kita. 6 pesanan itu adalah amalan nurani. Amalan itu ialah :-

1. Solat di awal waktu dan galakkan kaum lelaki yang mahram bersolat di tempat di mana azan dilaungkan iaitu di masjid atau di surau.

2. Istiqamah membaca Al-Quran dan berzikir. - Hak Al-Quran hendaklahkhatam2X setahun. Jadi lapangkan tiap-tiap hari untuk membacanya. Di samping itu hendaklah kita mengingati Allah dalam apa keadaan kita sekalipun dan di mana kita berada. Dengan melihat setiap ciptaan Allah kita dapat mengingati Allah SWT Maka dianjurkan supaya dapat kita melapangkan waktu pagi (lepas subuh) dan petang hari (lepas Asar) untuk mewiridkan kalimah-kalimah tasbih, tahmid, tahlil dan takbir "Subhanallah Walhamdulillah Wala ilaha illallah Wallahu Akbar" jika mampu boleh di sambung "Wa la hawlawalaquwataillabillahi'aliyil'azim" 100X. Selawat ke atas Nabi 100X dan beristighfar 100X. Selain daripada itu amalkanlah doa-doa masnun - doa yang diucapkan ketika melakukan sesuatu perbuatan contohnya masa hendak makan, tidur,masuk dan keluar tandas dan sebagainya.

3. Istiqamah menghidupkan Takleem dan Taklum (belajar dan mengajar ilmu agama). - Lapangkanlah masa yang sesuai walau seketika supaya semua ahli keluarga dapat menghidupkan majlis ilmu ini. Duduklah seperti duduknya kita di dalam solat seperti menutup aurat, berkeadaan suci dan berbau wangi. Majlis mempelajari agama ini terbahagi kepada dua iaitu : Pertama - Majlis berkenaan hadis-hadis mengenai kelebihan beramal. Ini adalah untuk menimbulkan keghairahan dalam ahli keluarga untuk beramal. Kedua - Majlis berkenaan masalah-masalah agama (hukum-ahkam dalam ibadat). Wajib suami untuk mengajar anak dan isteri mengenainya. Jika tidak tahu wajib atasnya untuk belajar.

4. Mendidik anak secara agama dan sunnah.

5. Hidup sederhana.

6. Menggalakkan suami / mahram yang lelaki untuk usaha atas agama dakwah illallah (mengembangkan agama). - Secara Baironi : di luar kampung halaman kita dan Maqami : Di dalam qariah kampung halaman kita.

Akhir sekali semoga kita sama-sama dapat mengamalkan 6 pesanan ini dalam rumah tangga kita secara istiqamah dan ikhlas setiap hari. Juga untuk jadi isteri yang beriman dan solehah hendaklah kita taat pada suami. Jika suami redha ke atas kita maka Allah SWT akan redha ke atas kita. Berzikir ,berdoa, beristighfar, membaca Al-Quran dan berselawat adalah amalan-amalan utama yang harus dikekalkan oleh setiap umat Islam untuk kesempurnaan Iman dan Islamnya. Semuanya itu menjadi penawar bagi hati dan jiwa yang rusuh dan resah gelisah. Waallahu'alam.

Sumber : http://www.al-azim.com/~sungairambai/a-ingat.html